|
Persyaratan dan Tata Cara memperoleh SIM Golongan A baru (PS.217 PP 44/93)
|
|
*
|
Sehat Jasmani & Rohani dinyatakan dengan SK Dokter.
|
|
*
|
Berusia sekurang-kurangnya 17 tahun.
|
|
*
|
Membayar formulir di BII/BRI.
|
|
*
|
Mengisi formulir permohonan.
|
|
*
|
Dapat menulis dan membaca huruf latin.
|
|
*
|
Melampirkan foto copy KTP.
|
|
*
|
Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai lalu-lintas jalan dan memiliki ketrampilan mengemudikan kendaraan bermotor.
|
|
*
|
Lulus ujian teori dan praktek.
|
| |
|
|
|
Persyaratan dan Tata Cara memperoleh SIM Golongan C baru (PSL.217 PP 44/93)
|
|
a.
|
Sehat Jasmani & Rohani dinyatakan dengan SK Dokter.
|
|
b.
|
Berusia Sekurang-kurangnya 16 tahun.
|
|
c.
|
Membayar formulir di BII/BRI.
|
|
d.
|
Mengisi formulir permohonan
|
|
e.
|
Dapat menulis dan membaca huruf latin.
|
|
f.
|
Melampirkan foto copy KTP.
|
|
g.
|
Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai lalu-lintas jalan dan memiliki ketrampilan mengemudikan kendaraan bermotor.
|
|
h.
|
Lulus ujian teori dan praktek.
|
| |
|
|
|
Persyaratan dan Tata Cara memperoleh SIM Golongan A khusus (PS.217 PP 44/93)
|
|
a.
|
Sehat Jasmani & Rohani dinyatakan dengan SK Dokter.
|
|
b.
|
Berusia sekurang-kurangnya 20 tahun.
|
|
c.
|
Membayar formulir di BII/BRI.
|
|
d.
|
Mengisi formulir permohonan
|
|
e.
|
Dapat menulis dan membaca huruf latin.
|
|
f.
|
Melampirkan foto copy KTP.
|
|
g.
|
Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai lalu-lintas jalan dan memiliki ketrampilan mengemudikan kendaraan bermotor.
|
|
h.
|
Lulus ujian teori dan praktek.
|
| |
|
|
|
SIM A – B
|
|
a. Umur minimal 20 tahun..
b. SIM A-nya sudah 1 (satu) tahun.
c. Sehat jasmani & rohani yang dinyatakan dengan SK Dokter.
d. Membayar formulir di BII/BRI.
e. Mengisi formulir permohonan
f. Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
g. Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
h. Lulus ujian teori dan praktek.
|
| |
|
|
|
SIM B I – B II
|
|
a. Umur minimal 20 tahun..
b. SIM B I-nya sudah 1 (satu) tahun.
c. Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan SK Dokter.
d. Membayar formulir di BII/BRI.
e. Mengisi formulir permohonan
f. Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
g. Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
h. Lulus ujian teori dan praktek.
|
| |
|
|
|
SIM A – A Umum
|
|
a. Umur minimal 20 tahun..
b. SIM A-nya sudah 1 (satu) tahun.
c. Sehat jasmani dan rohani serta lulus ujian Psikologi.
d. Membayar formulir di BII/BRI.
e. Mengisi formulir permohonan
f. Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
g. Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
h. Lulus ujian teori dan praktek.
|
| |
|
|
|
SIM B I – B I Umum
|
|
a. Umur minimal 20 tahun..
b. SIM B I-nya sudah 1 (satu) tahun.
c. Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan SK Dokter..
d. Membayar formulir di BII/BRI.
e. Mengisi formulir permohonan
f. Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
g. Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
h. Lulus ujian teori dan praktek.
|
| |
|
|
|
SIM B II – B II Umum
|
|
a. Umur minimal 20 tahun..
b. SIM B II-nya sudah 1 (satu) tahun.
c. Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan SK Dokter..
d. Membayar formulir di BII/BRI.
e. Mengisi formulir permohonan
f. Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
g. Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
h. Lulus ujian teori dan praktek.
|
| |
|
|
|
Persyaratan perpanjangan SIM Golongan C (PSL.217 PP 44/93)
|
|
a. Sehat Jasmani dan rohani dinyatakan dengan SK Dokter.
b. Menyerahkan / melampirkan SIM yang diperpanjang..
c. Membayar formulir di BII/BRI.
d. Mengisi formulir permohonan
e. Dapat menulis dan membaca huruf latin.
f. Melampirkan foto copy KTP.
|
| |
|
|
|
Tata cara dan Persyaratan perpanjangan Pindah masuk (dari daerah) (PSL.224 PP 44/93)
|
|
a.
|
Sehat Jasmani & Rohani dinyatakan dengan SK Dokter.
|
|
b.
|
Membawa kartu Induk/pengantar dari Satuan Lalu-lintas yang mengeluarkan SIM.
|
|
c.
|
Membayar formulir di BII/BRI.
|
|
d.
|
Mengisi formulir permohonan. |
|
e.
|
Melampirkan KTP.
|
| |
|
|
Tata cara dan Persyaratan SIM mutasi (keluar daerah) (PS. 224 PP.44/93)
|
|
a.
|
Mencabut berkas/kartu Induk dari Satuan Lalu-Lintas asal dan pengantar dari Kasubbag SIM.
|
|
b.
|
Melampirkan KTP wilayah yang dituju.
|
|
c.
|
Melaporkan kepada Kepala Satuan Lantas yang dituju.
|
| |
|
|
|
Persyaratan SIM hilang atau rusak (PS. 255 PP.44/93)
|
|
a. Sehat jasmani dan rohani dinyatakan dengan SK Dokter.
b. Laporan Polisi kehilangan SIM.
c. Membayar formulir di BII/BRI.
d. Mengisi formulir permohonan.
e. Melampirkan KTP.
|
| |
|
|
|
Persyaratan pengurusan SIM Internasional (PS.231 PP 44/93)
|
|
a. Salinan Surat Ijin Mengemudi yang dimiliki.
b. KTP.
c. Pasport.
d. Foto B/W ukuran 4 x 6 = 5 lembar.(untuk pria = berdasi)
e. Mengajukan permohonan ke IMI.
|
| |
|
|
|
Persyaratan SIM untuk orang asing
|
|
a.
|
Memiliki Pasport dan KIMS atau Surat Tanda Tugas diplomatik.
|
|
b.
|
Bagi yang sudah memiliki SIM di negaranya atau SIM Internasional harus mengikuti ujian teori.
|
|
c.
|
Bagi yang belum pernah memiliki SIM, harus mengikuti dan lulus ujian teori dan praktek.
|
|
d.
|
SIM untuk orang asing berlaku 1 tahun, kecuali diplomatik berlaku 5 tahun.
|
|
e.
|
Berbadan Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan keterangan Dokter.
|